QUIN | BIMBINGAN BELAJAR

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below...

Menerima Siswa Baru - Start Belajar 16 Juli 2018 - Hubungi Cabang QUIN Terdekat




Liputan QUIN di NetTV


VIDEO BELAJAR



Untitled Document
  • Siap-Siap, Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan


    Coba tebak profesi apa yang paling dibutuhkan pada masa kini dan mendatang? Dalam artikel Kompas, Rabu (3/2/2016), dijelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membutuhkan banyak tenaga kerja di bidang sains dan teknik akibat fokus pembangunan pemerintah pada infrastruktur.

    Namun, sayangnya republik ini kekurangan tenaga ahli pada bidang tersebut. Itu terjadi karena kini banyak mahasiswa kurang meminati program studi sains dan teknologi atau eksakta. Mereka lebih memilih masuk ke program sosial di perguruan tinggi.

    Kondisi tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia (YPTI) Marzan Aziz Iskandar. Menurut dia bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN dan Asia, jumlah mahasiswa sains dan teknik di Indonesia adalah yang paling sedikit.

    "Dari seluruh mahasiwa di Indonesia, hanya 15 persen yang menuntut ilmu di bidang sains dan teknik. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 24 persen, Korea 33 persen, dan Tiongkok 38 persen," ujar Marzan kepada Kompas, Jumat (3/3/2016).

    Rendahnya minat kaum muda terhadap jurusan tersebut juga terlihat dari rilis Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemristek dan Dikti pada Maret 2016. Data itu menyebutkan, ada lebih dari 5 juta mahasiswa, tetapi hanya sekitar 1,5 juta di antaranya yang mengambil jurusan sains-teknik dan selebihnya mengambil bidang sosial-humaniora.

    Nah, bisa jadi salah satu alasan anak muda kurang meminati jurusan sains dan teknik untuk menghindari mata pelajaran hitungan-hitungan, seperti matematika, fisika, kimia dan sejenisnya. Sudah jadi rahasia umum, mata pelajaran tersebut merupakan momok menakutkan bagi anak-anak Indonesia mulai dari bangku sekolah dasar hingga menegah atas.

    Oleh karena itu, tak mengherankan bila banyak lulusan sekolah menengah atas yang menghindari masuk ke program studi yang ada mata pelajaran tersebut saat hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Fakta tersebut jelas sangat disayangkan, sebab tren industri membutuhkan tenaga kerja berkompetensi di bidang sains diteknologi tak cuma terjadi di Indonesia, tetapi sudah mendunia. Hasil studi Lembaga federal Amerika Serikat untuk pengembangan ilmu sains, National Science Foundation (NSF) pada 2011 menyebutkan, dalam satu dekade mendatang 80 persen pekerjaan memerlukan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

    Kemudian survei Social Market Foundation untuk EDF Energy (perusahaan energi asal Inggris). Studi yang dipublikasi pada Januari 2017 ini menyatakan, kebutuhan tenaga kerja di Inggris Raya pada bidang sains, teknologi, riset, dan teknisi akan melonjak dua kali lipat mulai dari tahun 2016-2023.

    Peningkatan itu kemudian akan melahirkan 140.000 pekerjaan baru dan 640.000 lowongan pekerjaan selama enam tahun ke depan di sektor tersebut. Naiknya angka kebutuhan SDM ini tak lepas dari inovasi teknologi dan ivestasi infrastruktur yang terus menggeliat.

     

    Teknologi yang mengubah paradigma belajar

    Berkaca pada tren kebutuhan SDM di dalam negeri dan global itu, anak-anak Indonesia pun seharusnya bisa menangkap kebutuhan itu sebagai peluang besar untuk sukses. Namun, untuk bisa menggapainya, pertama-tama mereka harus berkawan dengan mata pelajaran yang terkait dengan bidang tersebut, seperti matematika, fisika, kimia, dan bahkan coding.

    Stigma sulit untuk mempelajari beberapa mata pelajaran tersebut tidak sepenuhnya benar. Semua itu tergantung bagaimana metode belajar yang digunakan, apakah memudahkan dan menyenangkan atau malah sebaliknya.

    Apalagi pada zaman modern seperti saat ini. Zaman ketika teknologi informasi, dalam rupa wujud dan internet,telah berhasil mempermudah aktivitas banyak orang termasuk anak-anak. Mereka tak hanya menggunakan perangkat tersebut sebagai komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk memuaskan hasrat keingintahuan dan belajar terhadap sesuatu. Kondisi ini kemudian membuat mereka menjadi akrab dengan gadget plus internet dibanding dengan buku pelajaran.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siap-Siap, Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan", https://edukasi.kompas.com/read/2018/04/03/08513551/siap-siap-ini-dia-profesi-yang-bakal-jadi-rebutan.
    Penulis : Mikhael Gewati
    Editor : Sri Noviyanti





    Kembali

    Tanggal Posting : 03-04-2018 04:59:00 | Pembaca (447)



KUMPULAN SOAL & JAWABAN TRYOUT


Ikuti Jejak Mereka

SHERIN NINDYTA PUTERI, IL | SMAN 38 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SERU BANGET ANAK2XNYA ..GURUNYA LUCU. SUKSES TERUS QUIN...!!!!

MEKA AZZAHRA LARASATI, IL | SMAN 34 , JAKSEL

KARNA QUIN DARI KELAS X, NILAI RAPOT AKU KEBANTU BANGET MAKANYA ALHAMDULILLAH BISA LOLOS PPKB. MAKASIH BANYAK YA QUIN SUDAH BIMBING AKU SAMPAI KE UI!

ARIESTO CHRISTOPHER FARAD | SMAN 47 , JAKSEL

BELAJAR DIQUIN ASYIK DAN ENJOY BENGGEET..KONSEN BANGEET BELAJARNYA. PESAN : AYOOO...MASUK QUIN, GURUNYA ASSYIK AND METODE BELAJARNYA SERU HABISS..

MELPA THERESIA PANJAITAN, | SMAN 47 , JAKSEL
QUIN ITU SERUU, GURU-GURUNYA BAIK, DAN RESEPSIONISTNYA JUGA BAIIK
KEN PANDITA WISESAKANYA, | SMAN 34 , JAKSEL
MKSIH QUIN ATAS SMUANYA GURU2NYA OK. OK BNGT BNYAK PELJARAN YG SULIT MENJADI SIMPLE
MUHAMMAD FARHAN, FISIKA, | SMAN 86 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SERU BANGET. GURU2NYA JUGA BAIK2 DAN CARA NGAJARNYA ENAK.

NURHASANAH SANNIYA.K, ILM | SMAN 38 , JAKSEL

GA PERNAH BOSEN MASUK QUIN, GURU2NYA SERU DAN ENAK BGT NGAJARNYA. REKOMENDASI BGT DEH BUAT YG MAU NGEJAR PTN LEWAT JALUR UNDANGAN!

ERIANGGA SG SOEJONO, ILMU | SMAN 6 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SANGAT NYAMAN &DIPASTIKAN MENGERTI SEUMUR HIDUP.PASTI JADI NO. 1 DI SEKOLAH, PESAN : TETAP PERTAHANKAN KENYAMAN & SISTEM PEMBELAJARAN DI QUIN YA !!

ISMIANA PAJATIWI, SEKOLAH | SMAN 90 , JAKSEL
DI QUIN ITU CARA PENYAMPAIAN MATERI MUDAH DI MENGERTII, ABIS ITU KAKAK2 NYA JUGA HUMBLE & FRIENDLY, SUASANA BELAJAR DI KELAS JUGA NYAMAN.
Widya Larastriana | SMAN 2 Bekasi, UNSOED - Ilmu Hukum
Quin itu tempat belajarnya seru , guru2nya asik2,cara belajarnya jg ok…
Rahma Dwi Pawestri | SMAN 90 JKT, UGM - Biologi
Belajar diquin menjadi mudah, fun, bs masuk univ terpilih. Makasih ya QUIN
Tivanda Sylvianita | SMAN 2 Bogor, UNPAD - Pend. Kedokterann
Makasih Untuk Guru2 yang mengajar, guru2nya asik dan cepet mengerti, modulnya juga oke, makasih quin
Adam Rizan .A | SMAT Krida Nusantara Bandung, UNPAD - Teknik Perta
Quin ngebantu banget, buat ngejar undangan di sekolah,makasih QUIN
Imaniar Safira | SMA Cakra Buana, UNPAD - Ilmu Hukum
modulnya lengkap bgt, cara ngajarnya gampang dimengerti. Ayo gabung di QUIN....
Fata Muslim Fikri | MA KAFILA IPB - Biokimia
Les di QUIN itu nyaman belajarnya dan Gurunya asyik-asyik , Soal-soalnya mantap Dan pembahasannya oke2 Ayo, gabung aja..
Dania Ervina | SMAN 3 DEPOK IPB - Akutansi
asyik gurunya, gaul , dan catatannya gampang dipelajarin karena ada metode mind mappingnya :)
Kamila Shahab | SMAN 104 JKT IPB - Biologi
di quin gurunya asik semua, modulnya bagus, dan cara belajarnya ngga ngebosenin
Rini Kurniasih | SMAN 48 JKT UNBRAW - Ilmu Administrasi Bisnis
Selama belajar di quin banyak banget dapet pengalaman, asyik2 gurunya
Corinthiana | SMAN 58 JKT, UNBRAW - ANTROPOLOGI BUDAYA
di quin gurunya asik semua, modulnya bagus, dan cara belajarnya ngga ngebosenin belum tetep Semangat
Larasati Ayuningrum | SMAN 28 JKT, UI-ILMU EKONOMI
di quin asik dan kekeluargaannya juga terasa banget
Sabila Hansya Ananta | SMAN 34 JKT, UI-ILMU KOMUNIKASI
guru2nya sangat bagus, Quin sangat membantu...
Selengkapnya..