QUIN | BIMBINGAN BELAJAR

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below...

Menerima Siswa Baru - Start Belajar 17 Juli 2017 - Hubungi Cabang QUIN Terdekat


Liputan QUIN di NetTV


TUTORIAL E-LEARNING

VIDEO BELAJAR

KUMPULAN SOAL SBMPTN


Ikuti Jejak Mereka

SHERIN NINDYTA PUTERI, IL | SMAN 38 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SERU BANGET ANAK2XNYA ..GURUNYA LUCU. SUKSES TERUS QUIN...!!!!

MEKA AZZAHRA LARASATI, IL | SMAN 34 , JAKSEL

KARNA QUIN DARI KELAS X, NILAI RAPOT AKU KEBANTU BANGET MAKANYA ALHAMDULILLAH BISA LOLOS PPKB. MAKASIH BANYAK YA QUIN SUDAH BIMBING AKU SAMPAI KE UI!

ARIESTO CHRISTOPHER FARAD | SMAN 47 , JAKSEL

BELAJAR DIQUIN ASYIK DAN ENJOY BENGGEET..KONSEN BANGEET BELAJARNYA. PESAN : AYOOO...MASUK QUIN, GURUNYA ASSYIK AND METODE BELAJARNYA SERU HABISS..

MELPA THERESIA PANJAITAN, | SMAN 47 , JAKSEL
QUIN ITU SERUU, GURU-GURUNYA BAIK, DAN RESEPSIONISTNYA JUGA BAIIK
KEN PANDITA WISESAKANYA, | SMAN 34 , JAKSEL
MKSIH QUIN ATAS SMUANYA GURU2NYA OK. OK BNGT BNYAK PELJARAN YG SULIT MENJADI SIMPLE
MUHAMMAD FARHAN, FISIKA, | SMAN 86 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SERU BANGET. GURU2NYA JUGA BAIK2 DAN CARA NGAJARNYA ENAK.

NURHASANAH SANNIYA.K, ILM | SMAN 38 , JAKSEL

GA PERNAH BOSEN MASUK QUIN, GURU2NYA SERU DAN ENAK BGT NGAJARNYA. REKOMENDASI BGT DEH BUAT YG MAU NGEJAR PTN LEWAT JALUR UNDANGAN!

ERIANGGA SG SOEJONO, ILMU | SMAN 6 , JAKSEL

BELAJAR DI QUIN SANGAT NYAMAN &DIPASTIKAN MENGERTI SEUMUR HIDUP.PASTI JADI NO. 1 DI SEKOLAH, PESAN : TETAP PERTAHANKAN KENYAMAN & SISTEM PEMBELAJARAN DI QUIN YA !!

ISMIANA PAJATIWI, SEKOLAH | SMAN 90 , JAKSEL
DI QUIN ITU CARA PENYAMPAIAN MATERI MUDAH DI MENGERTII, ABIS ITU KAKAK2 NYA JUGA HUMBLE & FRIENDLY, SUASANA BELAJAR DI KELAS JUGA NYAMAN.
Widya Larastriana | SMAN 2 Bekasi, UNSOED - Ilmu Hukum
Quin itu tempat belajarnya seru , guru2nya asik2,cara belajarnya jg ok…
Rahma Dwi Pawestri | SMAN 90 JKT, UGM - Biologi
Belajar diquin menjadi mudah, fun, bs masuk univ terpilih. Makasih ya QUIN
Tivanda Sylvianita | SMAN 2 Bogor, UNPAD - Pend. Kedokterann
Makasih Untuk Guru2 yang mengajar, guru2nya asik dan cepet mengerti, modulnya juga oke, makasih quin
Adam Rizan .A | SMAT Krida Nusantara Bandung, UNPAD - Teknik Perta
Quin ngebantu banget, buat ngejar undangan di sekolah,makasih QUIN
Imaniar Safira | SMA Cakra Buana, UNPAD - Ilmu Hukum
modulnya lengkap bgt, cara ngajarnya gampang dimengerti. Ayo gabung di QUIN....
Fata Muslim Fikri | MA KAFILA IPB - Biokimia
Les di QUIN itu nyaman belajarnya dan Gurunya asyik-asyik , Soal-soalnya mantap Dan pembahasannya oke2 Ayo, gabung aja..
Dania Ervina | SMAN 3 DEPOK IPB - Akutansi
asyik gurunya, gaul , dan catatannya gampang dipelajarin karena ada metode mind mappingnya :)
Kamila Shahab | SMAN 104 JKT IPB - Biologi
di quin gurunya asik semua, modulnya bagus, dan cara belajarnya ngga ngebosenin
Rini Kurniasih | SMAN 48 JKT UNBRAW - Ilmu Administrasi Bisnis
Selama belajar di quin banyak banget dapet pengalaman, asyik2 gurunya
Corinthiana | SMAN 58 JKT, UNBRAW - ANTROPOLOGI BUDAYA
di quin gurunya asik semua, modulnya bagus, dan cara belajarnya ngga ngebosenin belum tetep Semangat
Larasati Ayuningrum | SMAN 28 JKT, UI-ILMU EKONOMI
di quin asik dan kekeluargaannya juga terasa banget
Sabila Hansya Ananta | SMAN 34 JKT, UI-ILMU KOMUNIKASI
guru2nya sangat bagus, Quin sangat membantu...
Selengkapnya..

free web page hit counter

Untitled Document
  • Bimbingan Belajar, Perlukah?


    KOMPAS.com - Bimbingan belajar alias bimbel seakan menjadi hal ”wajib”, terutama bagi siswa kelas XII atau kelas III SMA. Benar enggak, sih? Ada siswa yang menjawab perlu banget, tetapi ada juga yang bilang enggak.

    Maklum, biaya masuk bimbel tak murah, bisa mencapai jutaan rupiah. Ini artinya sama atau malah lebih mahal dari bayaran uang sekolah di SMA negeri dan swasta kelas menengah selama setahun. Duuuuh….

    Bimbel bukan barang baru bagi dunia pendidikan di negara kita. Coba tanyakan soal bimbel kepada tante, om, atau orangtua, pasti minimal mereka pernah mendengarnya.

    Sejak sekitar akhir 1970-an, bimbel sudah ada di kota besar seperti Jakarta. Tetapi, waktu itu bimbel sebatas ajang melatih siswa SMA yang akan mengikuti tes masuk ke perguruan tinggi. Salah satu bimbel yang dikenal pada zaman itu adalah Siky Mulyono.

    Pada 1990-an, keberadaan bimbel semakin menjamur. Sasaran mereka tidak hanya menjaring lulusan SMA yang akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi mulai menarik pelajar kelas III SMA guna menyiapkan mereka mengikuti ujian nasional (UN).

    Targetnya, peserta lulus UN dengan nilai bagus dan lolos seleksi masuk PTN. Malahan bimbel juga membuka bimbingan bagi siswa kelas X dan kelas XI dengan sasaran agar peserta mendapat nilai ulangan harian bagus dan naik kelas dengan nilai memuaskan.

    Kepala Perwakilan Bimbingan & Pemantapan Belajar Quin, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Eriza Sitohang menyatakan, bimbel sebenarnya hanya memenuhi kebutuhan belajar siswa.

    ”Kami banyak memberi latihan soal. Sering kali ada soal yang tak ada di sekolah, tetapi kami punya sebab kami memiliki tim penyusun soal sendiri,” tuturnya.

    Selain itu, tutor di bimbelnya juga siap membantu siswa yang kesulitan menjawab soal dari guru di sekolah.

    Materi pelajaran minim

    Alasan siswa SMA masuk bimbel bermacam-macam. Umumnya peserta bimbel mengaku karena pembelajaran di kelas masih kurang.

    ”Guru hanya memberi materi sedikit, tapi banyak memberi soal. Kita yang enggak bisa menyelesaikan soal jadi bingung, mau tanya ke mana. Ya, akhirnya masuk bimbel,” ujar Nunung, lulusan salah satu SMAN di Madiun, Jawa Timur. Alasan senada disampaikan Lala, siswa sebuah SMA di Tangerang.

    Sementara Cyntia Martha, siswa SMAN 70 Jakarta Selatan, menyatakan ingin berlatih menjawab soal secara cepat lewat pelatihan di bimbel, yang setiap bulan memberi siswa kesempatan try out (uji coba).

    ”Di Geo (bimbel di mana ia bergabung), setiap bulan ada try out. Kalau sering latihan menyelesaikan soal, kita akan terbiasa menghitung waktu pengerjaan soal pada ujian sesungguhnya,” tutur siswa kelas XII itu.

    Selain agar lulus UN, Cyntia berharap ikut bimbel akan membantu memudahkannya mengerjakan soal pada seleksi masuk di Universitas Indonesia nanti.

    Menanggapi keluhan kurangnya guru memberikan materi belajar di kelas, Ida, guru sebuah SMA di Jakarta, mengakuinya.

    ”Guru sekarang beda dengan guru zaman dulu yang bisa maksimal mengajar di kelas. Saya sendiri bisa merasakannya. Itu yang membuat anak-anak masuk bimbel,” katanya.

    Iwan Hermawan, guru SMAN 9 Bandung, lebih memandang fenomena makin suburnya bisnis bimbel karena unsur tren sehingga siswa cenderung mengikuti teman-teman yang sudah ikut bimbel. Namun, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia itu tak menampik, ada guru yang kurang maksimal memberikan materi pembelajaran di kelas, sampai suasana belajar mengajar yang tak membuat siswa betah di sekolah.

    Ke mana lagi mereka lari kalau tidak ke bimbel yang umumnya ber-AC dan memberikan suasana lebih nyaman untuk belajar?

    ”Ada guru kurang maksimal mengajar, itu belum tentu salah guru sepenuhnya karena guru pun sibuk mengerjakan administrasi demi mendapat penilaian baik agar bisa segera mendapat sertifikasi,” Iwan menambahkan.

    Sebagai guru, ia tetap menyarankan, jika kurang paham, siswa bertanya kepada guru bersangkutan dan belajar sungguh-sungguh di rumah. Faktanya, banyak pula siswa tak ikut bimbel dan tetap bisa masuk PTN favorit.

    Ada garansi

    Jika memang siswa merasa harus bimbel, berarti orangtua mesti merogoh kocek dalam-dalam karena umumnya bimbel memasang tarif relatif mahal. Selain itu, siswa juga harus menjaga kesehatan lahir batin. Sebab, setelah belajar di sekolah, mereka harus belajar lagi di tempat bimbel minimal 1,5 jam, dua kali seminggu.

    Soal biaya bimbel, di kota kecil seperti Madiun, misalnya, peserta bimbel harus membayar rata-rata Rp 2 juta untuk bisa lulus UN dan lolos ujian masuk PTN. Di Jakarta, biaya bimbel sekitar Rp 6 juta. Untuk program khusus, biayanya Rp 12 juta-Rp 15 juta selama tak sampai setahun. Program ini memberikan jaminan kelulusan siswa masuk PTN, apa pun jalur seleksinya.

    Bimbel Quin yang berkantor pusat di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, misalnya, punya program khusus mengejar nilai ulangan harian, menghadapi ujian sekolah dan UN, hingga lolos masuk PTN.

    Quin juga menawarkan program spesial untuk siswa kelas XII berbiaya Rp 15 juta. Di sini, peserta mendapatkan garansi masuk PTN. Jika peserta gagal, mereka akan mengembalikan sebagian biaya bimbel (minimal separuhnya).

    ”Ini tergantung dari nilai siswa. Semakin tinggi nilainya, makin tinggi uang yang akan kami kembalikan,” kata Erni, staf Quin. Pengembalian uang mencapai Rp 7 juta-Rp 8,5 juta.

    Beda program spesial dengan reguler dan eksekutif hanya pada intensitas pertemuan. Peserta program eksekutif setiap hari belajar untuk semua mata pelajaran tes masuk PTN. Setiap kali pertemuan sekitar 90 menit. Pada program reguler, pertemuan membahas soal guna menyiapkan diri ikut UN dua kali seminggu (reguler) dan tiga kali (eksekutif). Siswa kedua program ini tak mendapatkan pengembalian uang garansi masuk PTN.

    Bimbel lain pun memiliki sistem sama. ”Jika tak lulus masuk PTN, sebagian uang kami kembalikan,” tutur seorang petugas BTA Grup di kawasan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

    Jadi, perlukah bimbel untuk masa depan kita? Semua kembali kepada kondisi setiap siswa. Ada baiknya, sebelum memutuskan ikut bimbel, tanyakan kepada diri sendiri kelebihan dan kekurangannya.

    Ikut bimbel berarti kita punya kesempatan belajar lebih lama, tetapi lebih lelah dan orangtua harus mengeluarkan uang ekstra. Belajar sendiri atau berkelompok dengan teman-teman relatif tak perlu biaya ekstra besar, tetapi memerlukan disiplin diri yang tinggi. Kemungkinan lain, minta kesediaan guru di sekolah untuk memberikan waktu tambahan untuk pelajaran yang belum kita mengerti. (SOELASTRI SOEKIRNO)





    Kembali

    Tanggal Posting : 14-02-2012 11:29:12 | Pembaca (8699)


Quin Online

User ID:
Password: (forgot?)

Register


TESTIMONI







Daftar/Login terlebih dahulu kemudian pilih Tryout di daftar katalog kelas. Isi Student ID dengan Nama Sekolah Kamu


BROSUR QUIN



QUIN Online

  •  QUIN BSD
  •  QUIN Petukangan
  •  QUIN Pondok Gede
  •  QUIN Karang Tengah
  •  QUIN Kebon Jeruk
  •  QUIN Tanjung Barat
  •  QUIN Medan
  •  QUIN Fatmawati
  •  QUIN Martadinata(Bogor)
  •  QUIN KH Soleh Iskandar(Bogor)
  •   QUIN Bintaro
  •   QUIN Harapan Indah
  •   QUIN Taman Galaxy
  •  QUIN Pekanbaru
  •  QUIN Tanjung Pinang
  •  QUIN Kencana Loka (BSD)
  •  QUIN Gading Serpong
  •  QUIN Pondok Cabe
  •  QUIN Kelapa Gading